Ada
pertanyaan bagus dari pembaca Info Fotogafi, Mas Adi Kurniawan. Mas Adi
menanyakan apakah lebih baik membuka diafragma lebih besar lebih baik ataupun
menaikkan ISO bila memerlukan cahaya tambahan.
Ini
dilema yang akan dihadapi oleh semua fotografer di lokasi. Membuka diafragma
lebih lebar, memang efektif dalam menggalang cahaya lebih banyak, tapi
sayangnya kedalaman fokus (depth of field) menjadi tipis sehingga tidak semua
bagian dari foto yang akan fokus. Bila menaikkan ISO, maka yang terjadi adalah penurunan
kualitas gambar dari ketajaman maupun detail.
Lalu
manakah yang terbaik? Langkah pertama adalah melihat ISO berapa yang
dibutuhkan. Dari 100-400, biasanya kualitas foto tidak akan terlalu menurun,
jadi kalau memang hanya perlu kenaikan dari 100 ke 200 atau 200 ke 400, saya
akan memilih menaikkan ISO.
Tapi
kalau 800 ke 1600 atau lebih besar lagi, maka saya akan mempertimbangkan untuk
membuka diafragma lebih besar. Membuka diafragma menjadi besar, tidak masalah
kalau foto kita foto close-up, tapi sangat berpengaruh bila kita foto keluarga
atau banyak orang. Bisa jadi sebagian orang fokus, sebagian lain yang berada di
pinggir tidak fokus.
Bila
ketajaman dari ujung ke ujung foto yang saya cari, maka saya akan menaikkan
ISO. Atau kalau memang terpaksa, saya akan atur formasi sedemikian rupa
sehingga semuanya tetap dalam fokus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar